![]() |
| sumber gambar : http://blogote.com/wp-content/uploads/2008/08/radio-music-listen-online.jpg |
iya, kalau penasaran baca posting blog ini. saya mendapatkannya dari banyak sumber yang terpercaya. oke kita mulai deh. pertama-tama kita harus tahu dulu siapa orang yang meneliti satu hal ini... tidak lain tidak bukan adalah Dr. Brian .A. Primack seorang penulis studi dibantu oleh Study School of Medicine Pittsburgh University.
| Study School of Medicine Pittsburgh University |
![]() |
| Dr. Brian A. Primack |
Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Primack menemukan bahwa remaja atau anak muda yang suka mendengarkan musik lebih sering terkena depresi, kesimpulannya adalah bahwa remaja yang sangat suka mendengarkan musik 80% lebih tinggi resiko nya dari yang tidak terlalu suka. menurut pernyataan primack tidaklah jelas penderitanya memilih melarikan diri dari depresinya, atau apakah mendengarkan musik dalam jumlah yang besar, atau bahkan keduanya. dan ternyata hasil penelitian tersebut menemukan juga bahwa membaca buku memiliki efek yang sebaliknya, yaitu bisa menurunkan 50% resiko depresi dan dari hal itu para peneliti ini menyebutkan bahwa: membaca buku merupakan solusi untuk depresi.
Namun dalam sejumlah studi terdahulu, musik justru menjadi media terapi ampuh untuk melawan stres. Hal ini memang benar juga, namun dalam jumlah yang sangat terbatas tidak setiap hari. Tapi menurut saya apapun hal itu yang dilakukan secara berlebihan tidak baik, secara fisik atau batin tetap saja tidak baik. Ada baiknya kita membatasi segala hal agar tidak berlebihan, seperti kasus musik ini, bagaimana?







